Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia?

Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia?

Angka penderita hepatitis B di Indonesia masih terbilang tinggi. Lalu Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia? Apakah ada alasan dibalik itu semua? Tentu tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Nah, untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak pembahasannya berikut ini!

Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia?

Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita hepatitis terbanyak, di antara 11 negara di Asia Tenggara. hasil riset Kesehatan Dasar pada yang dirilis pada 2015 menunjukkan bahwa penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, dimana setengah di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan 10% dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati. Sementara berdasarkan riset tahun 2017, sebanyak 7,1% penduduk Indonesia diduga mengidap penyakit hepatitis B.

Hepatitis B sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, di mana virus tersebut menyerang hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis. Dan jika hepatitis B sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Jika tidak segera ditangani, pendertia hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

Bagaimana Hepatitis B Bisa Menular?

Setiap orang berisiko tertular oleh penyakit hepatitis B. Virus penyebab hepatitis B ini menyerang hati dan dapat ditularkan melalui darah, sperma, cairan vagina, serta air liur. Penularan hepatitis B ini ada dua cara. Pertama, penyebaran vertikal, yaitu dari ibu pengidap virus hepatitis B kepada bayi saat persalinan. Kedua, penyebaran horizontal melalui tindakan yang memungkinkan perpindahan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi ke tubuh orang yang sehat.

Beberapa perilaku yang dapat memperbesar risiko penyebaran horizontal, di antaranya :

  • Melakukan hubungan seksual berisiko.
  • Memakai dan berbagi jarum suntik tidak steril misalnya pada tato atau narkoba suntikan.
  • Berbagi penggunaan alat cukur atau sikat gigi dengan orang lain.

Kurangnya informasi dan pemahaman mengenai infeksi hepatitis B serta masih kurangnya tindakan pencegahan diyakini sebagai penyebab makin tingginya jumlah penderita hepatitis B di Indonesia. Tingginya jumlah penderita penyakit hati kronis dan mereka yang menjalani cuci darah, serta mutasi genetik pada virus hepatitis B juga diduga berperan dalam tingginya kasus hepatitis B di Indonesia.

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi hepatitis B, sehingga ketika terdiagnosis, kemungkinan kondisinya sudah berada pada tingkat yang parah.

Bagaimana Mencegah Penyebaran Hepatitis B?

Pemerintah Indonesia melalui kementerian kesehatan melakukan beberapa upaya untuk menekan penyebaran hepatitis B. Upaya yang dilakukan di antaranya adalah gerakan imunisasi hepatitis B pada bayi yang di mulai sejak tahun 1997. Dan sejak tahun 2010, mulai gencar dilakukan sosialisasi hepatitis B pada masyarakat Indonesia secara meluas, setiap tanggal 28 Juli pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia.

Upaya pencegahan juga dilakukan kementerian kesehatan melalui pendidikan dengan membuat buku pedoman pengendalian hepatitis, poster, buku saku, serta seminar mengenai hepatitis di beberapa kota di Indonesia untuk petugas kesehatan dan masyarakat. Selain itu, diadakan deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil dan petugas kesehatan sebagai langkah pemotongan rantai penularan penyakit hepatitis B.

Sementara upaya menekan risiko penularan hepatitis B secara horizontal dapat dilakukan seluruh anggota masyarakat, yakni dengan cara :

  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis B.
  • Menutup semua luka yang terbuka.
  • Jangan mengunyah makanan yang akan diberikan pada bayi.
  • Hindari berbagi permen karet.
  • Jangan berbagi alat cukur, sikat gigi, alat manikur, atau anting-anting tindik bersama orang lain.
  • Pastikan jarum dalam keadaan steril untuk pengobatan, tindik telinga, atau pembuatan tato.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan intim.
  • Pakai sarung tangan ketika menyentuh atau membersihkan cairan tubuh orang lain, misalnya perban luka dan pembalut, atau benda-benda pribadi orang lain, misalnya kain pada handuk atau sprei.
  • Bersihkan area yang terkena darah dengan cairan pembersih yang dicampur air.

Jika anda pernah bersentuhan atau mengalami kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang lain, terutama dengan penderita hepatitis B, segera periksakan diri anda memastikan apakah anda tertular hepatitis B atau tidak. Dan Untuk anda yang sudah terinfeksi virus hepatitis B, konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan dan tindakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Dan untuk mengobati hepatitis B, ada rekomendasi yang bagus berupa OBAT HEPATITIS AMPUH, yaitu GOLD-G Bio Sea Cucumber atau biasa disebut Jelly Gamat Gold G. Khasiatnya sudah terbukti ampuh, manjur dan mujarab, sudah banyak testimoninya. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan, karena sudah terdaftar di BPOM RI dan memiliki sertifikasi HALAL.

Baca Juga : Khasiat Herbal Jelly Gamat dan Cara Order Jelly Gamat

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 223 557 127

SMS/WA/Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

 

Baca artikel menarik lainnya :

1 Response

  1. August 18, 2018

    […] Baca Juga : Kenapa Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *