Bahaya Makanan Tinggi Protein Untuk Penderita Hepatitis

Bahaya Makanan Tinggi Protein Untuk Penderita Hepatitis

Ketahuilah, Bahaya Makanan Tinggi Protein Untuk Penderita Hepatitis tidak bisa dianggap sepele oleh penderita hepatitis. Oleh karena itu, penderita hepatitis harus tau apa seperti apa bahaya makanan tinggi protein untuk penderita hepatitis. Simak pembahasannya berikut ini!

Bahaya Makanan Tinggi Protein Untuk Penderita Hepatitis

Kebutuhan protein bagi manusia normalnya adalah 20 mg setiap hari. Jumlah tersebut cukup untuk membangun sel dan membantu menghasilkan energi setiap hari. Bagi merek yang berprofesi sebagai olahragawan dan pekerja buruh kasar, kebutuhan tersebut menjadi berganda (double) sebanyak 50 mg per hari.

Kebanyakan ahli nutrisi klasik mengklaim bahwa setiap kali kita menelan suatu makanan, hanya sekitar 14% atau 1/7 saja yang akan diserap oleh tubuh. Sehingga, mereka menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan jumlahnya digandakan menjadi 7 kali.

Protein yang cukup akan digunakan untuk membangun sel-sel tubuh. Tapi protein yang berlebihan akan diproses untuk diubah bentuk ikatannya dan dikirim ke tempat-tempat tertentu. Organ yang sehat akan dapat menyingkirkan protein dalam bentuk urin di dalam darah melalui ginjal. Kegagalan tubuh untuk memproses protein dengan baik akan menyebabkan protein mempengaruhi tubuh. Nah, termasuk bagi penderita hepatitis, bahaya mengonsumsi makanan tinggi protein.

Hepatitis sendiri adalah peradangan hati, di mana organ hati atau liver mengalami peradangan yang membuat fungsinya tidak berjalan maksimal dan mempengaruhi dan mengganggu fungsi organ yang lainnya, sehingga kesehatan seseorang mengalami gangguan secara keseluruhan.

Hepatitis merupakan penyakit yang sangat serius dan membutuhkan penanganan yang tepat, karena hati merupakan organ yang sangat vital, sehingga jika mengalami masalah, maka akan berpengaruh pula terhadap fungsi organ lainnya. Sehingga penting juga bagi penderita hepatitis untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar penyakit hepatitis yang diderita tidak terus berkembang menjadi parah dan bisa segera disembuhkan. Dan salah satu pantangan bagi penderita hepatitis adalah makanan tinggi protein.

Baca Juga : Penyebab Hepatisis

Lalu kenapa makanan tinggi protein bahaya bagi penderita hepatitis?

Tubuh bisa menghasilkan produk limbah bernama amonia ketika memecah protein. Oleh hati, amonia diubah menjadi zat kimia yang disebut urea. Sejatinya, urea akan dibuang dari dalam tubuh melalui urine. Namun pada kondisi kesehatan tertentu, seperti gagal ginjal atau gagal hati, tubuh tidak dapat membuat atau menyingkirkan urea. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan ekstrim hingga koma, atau bahkan kematian.

Kerusakan hati akibat hepatitis bisa menyebabkan penggumpalan ammonia dalam tubuh. Kelebihan racun ammonia dalam tubuh bisa merusak fungsi otak. Banyak ahli gizi dan ahli kesehatan yang menganjurkan bahwa penderita hepatitis tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1 g protein per 1 kg berat badan, setiap harinya. Makanan yang tinggi lemak meliputi daging, unggas, ikan, produk susu, kacang polong, kacang dan biji-bijian, dan beberapa sereal.

Hati merupakan organ yang berperan penting dalam segala proses metabolisme dalam tubuh. Sama seperti kasus pada pasien penyakit ginjal, pasien yang mengalami gangguan fungsi hati seperti sirosis, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi protein dalam jumlah banyak, bahkan harus mengurangi jumlah proteinnya dalam satu hari agar tidak memperparah gangguan pada hati. Namun pada orang yang sehat dan memiliki fungsi hati yang normal, tidak masalah mengonsumsi makanan tinggi protein. Sampai saat ini juga belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi makanan tinggi protein dapat menyebabkan kerusakan hati.

Lalu bagaimana tips mengendalikan konsumsi protein?

Sebenarnya bukan hanya jumlah protein saja yang perlu diperhatikan, namun sumber protein yang dikonsumsi. Para ahli menyarankan untuk memilih asupan protein dari beberapa sumber, baik sumber protein hewani seperti ikan, maupun sumber protein nabati seperti kacang dan biji-bijian. Walaupun kelebihan protein sering kali dikaitkan dengan beberapa penyakit, namun sejauh ini masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkaji dampak kelebihan protein secara umum pada kesehatan.

Untuk mengatur pola konsumsi protein yang tepat, anda bisa menerapkan tips-tips berikut ini :

  • Konsumsi berbagai jenis sumber protein dari sayuran seperti kecambah, biji-bijian dan madu.
  • Memperoleh asupan protein dari bubuk protein khusus juga dapat anda terapkan. Namun konsumsi bubuk protein hendaknya juga diaplikasikan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Pilihlah jenis daging yang tidak banyak mengandung lemak. Upayakan mengkonsumsi jenis daging organik yang tidak mengandung protein buatan untuk ternak.

Itulah penjelasan mengenai Bahaya Makanan Tinggi Protein Untuk Penderita Hepatitis. Sementara itu, untuk mengobati penyakit hepatitis, ada rekomendasi yang bagus berupa OBAT HEPATITIS AMPUH, yaitu GOLD-G Bio Sea Cucumber atau biasa disebut Jelly Gamat Gold G. Khasiatnya sudah terbukti ampuh, manjur dan mujarab, sudah ada testimoninya. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan, karena sudah terdaftar di BPOM RI dan memiliki sertifikasi HALAL.

Baca Juga : Legalitas BPOM Jelly Gamat

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 223 557 127

SMS/WA/Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

 

Baca artikel menarik lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *